Brian Dyson, mantan CEO Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik.
Katanya, "Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara.
Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat
Kita hrs menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsbt, lepaskanlah "Pekerjaan" karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali.
Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!"
Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet).
Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Friday, August 9, 2013
Thursday, July 18, 2013
Bersyukur itu Ajaib
Seorang bangsawan memilih 2 remaja dari keluarga miskin untuk dipekerjakan. Yang tegap sebagai pengurus kuda. Yang kurus kecil sebagai pengurus kambing.
Suatu ketika si tegap berkata kepada si kecil, "Hai sobat. Aku lebhi besar tua darimu. Mulai besok kita bertukar. Aku ngurus kambing. Kamu ngurus kuda."
Si kurus pun menceritakan peristiwa yang terjadi pada ibunya. "Sungguh tidak adil 'kan, Bu. Dia ancam & maksa aku urus kuda liar. Dia milih kambing. Bagaimana aku bisa mengejar2 kuda yang begitu besar. Sungguh jelek nasibku ".
Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak, pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, terima dengan besar hati. Jika kamu mampu belajar & kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat, bermanfaat untuk masa depanmu."
Sejak itu,si kurus dengan susah payah setiap hari bergelut dengan kuda2 yang besar dan liar.
Dari hari ke hari keahlian nguasai kuda2pun membaik. Badannya berkembang menjadi tinggi, tegap & perkasa.
Suatu hari, pecah perang antar negara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Si pemudapun terpilih sbagai pemimpin pasukan berkuda karena keahliannya mengendalikan kuda.
Kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin & memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya & dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dialah pemimpin bangsa Mongol yg tersohor sepanjang masa, bernama JENGHIS KHAN.
Suatu ketika si tegap berkata kepada si kecil, "Hai sobat. Aku lebhi besar tua darimu. Mulai besok kita bertukar. Aku ngurus kambing. Kamu ngurus kuda."
Si kurus pun menceritakan peristiwa yang terjadi pada ibunya. "Sungguh tidak adil 'kan, Bu. Dia ancam & maksa aku urus kuda liar. Dia milih kambing. Bagaimana aku bisa mengejar2 kuda yang begitu besar. Sungguh jelek nasibku ".
Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak, pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, terima dengan besar hati. Jika kamu mampu belajar & kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat, bermanfaat untuk masa depanmu."
Sejak itu,si kurus dengan susah payah setiap hari bergelut dengan kuda2 yang besar dan liar.
Dari hari ke hari keahlian nguasai kuda2pun membaik. Badannya berkembang menjadi tinggi, tegap & perkasa.
Suatu hari, pecah perang antar negara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Si pemudapun terpilih sbagai pemimpin pasukan berkuda karena keahliannya mengendalikan kuda.
Kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin & memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya & dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dialah pemimpin bangsa Mongol yg tersohor sepanjang masa, bernama JENGHIS KHAN.
Bersyukurlah dalam segala kondisi. Tanpa rasa syukur, semua yg baik dan indah akan terasa jelek dan menyakitkan. Kemana pun kita pergi, apapun yang kita kerjakan akan terasa menderita. Akhirnya tiada hari tanpa kegelisahan, tiada saat tanpa kejenuhan!
Bukan hidup yang membuat kita jenuh tapi ketiadaan rasa syukur yang membuat semuanya terasa jelek dan menjenuhkan.
Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tapi bersyukurlah yang menjadikan kita bahagia.
Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di saat menghadapi masalah sulit sekali pun.
PERCAYALAH, BERSYUKUR ITU AJAIB !!!
Sunday, May 26, 2013
Rules for a Happy Marriage
Rules for a Happy Marriage
( Sepuluh Kebajikan untuk Pernikahan Bahagia )
1. Never both be angry at the same time.
Jangan pernah marah berdua pada waktu yang bersamaan.
2. Never yell at each other unless the house is on fire.
Jangan pernah berteriak kepada satu sama lain kecuali rumah Anda kebakaran.
3. If one of you has to win an argument, let it be your mate.
Jika salah seorang dari kalian harus menjadi pemenang dalam suatu argumen, biarlah pasangan Anda yang menang.
4. If you have to criticize, do it lovingly.
Jika Anda harus memberikan kritik, lakukanlah dengan kasih sayang.
5. Never bring up mistakes of the past.
Jangan pernah membawa-bawa kesalahan masa lalu.
6. Neglect the whole world rather than each other.
Lebih baik mengacuhkan seluruh dunia daripada mengacuhkan satu sama lain.
7. Never go to sleep with an argument unsettled.
Jangan pergi tidur dengan argumen yang belum diselesaikan.
8. At least once every day try to say one kind or complimentary thing to your life’s partner.
Setidaknya satu kali dalam sehari, cobalah untuk mengatakan sebuah kalimat pujian / penghargaan kepada pasangan hidup Anda.
9. When you have done something wrong, be ready to admit it and ask for forgiveness.
Ketika Anda melakukan kesalahan, bersiaplah untuk mengakui kesalahan Anda dan minta maaf.
10. It takes two to make a quarrel, and the one in the wrong is the one who does the most talking.
Membutuhkan dua pihak untuk bertengkar, dan pihak yang salah biasanya adalah pihak yang berbicara paling banyak.
Tuesday, May 7, 2013
Tuesday, August 7, 2012
Ten Ways to Love
Ten Ways to Love
1. Listen without Interrupting
2. Speak without Accusing
3. Give without Sparing
4. Pray without Ceasing
5. Answer without Arguing
6. Share without Pretending
7. Enjoy without Complaint
8. Trust without Wavering
9. Forgive without Punishing
10. Promise without Forgetting
1. Listen without Interrupting
2. Speak without Accusing
3. Give without Sparing
4. Pray without Ceasing
5. Answer without Arguing
6. Share without Pretending
7. Enjoy without Complaint
8. Trust without Wavering
9. Forgive without Punishing
10. Promise without Forgetting
Saturday, July 21, 2012
Ceroboh dalam Bertindak
Sepasang suami-istri yg sudah dikaruniai
seorang anak berumur 1 thn hidup dengan bahagia.
Mereka memelihara seekor anjing yg begitu setia.
Sejak dari pacaran sampai sdh dikaruniai anak,
anjing ini telah menjadi bagian dalam hidup mereka.
Peliharaan, teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga.
Mereka pun sangat menyayangi dan
mempercayai anjing ini.
Suatu saat kedua suami istri ini keluar rumah
dan maninggalkan anak mereka bersama anjing peliharaannya.
Namun mereka lupa memberi makan anjing tersebut.
Saat mereka pulang, mereka dikejutkan
dengan tetesan-tetesan darah yg berserahkan dilantai.
Kaget, takut dan khawatir bercampur aduk dalam benak mereka.
Merekapun langsung berlari menuju kamar.
Didepan pintu kamar, duduk anjing peliharaan itu
dengan mulut yng masih meneteskan darah segar.
Histeris, kedua suami-istri berteriak.
Si istri terduduk lemas dengan isak tangis,
sedangkan sang suami langsung mengambil kursi yg ada diruangan,
danmenghantamkanya bertubi-tubi kekepala anjing tersebut.
Si anjing seolah pasrah menerima nasibnya
tanpa berusaha menghindar sampai akhirnya mati.
Dengan perasaan hancur dan tangis yg semakin menjadi,
kedua suami istri itu pun berpelukan.
Dalam hati mereka tidak menyangka telah kehilangan sang buah hati
dan anjing peliharaan bersamaan.
Dengan langkah lunglai, keduanya memasuki kamar.
Dan betapa kagetnya mereka saat
melihat anak mereka tertidur pulas diatas ranjang,
sedangkan disamping ranjang tergeletak
seekor ular yg sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar ternyata...
anjing peliharaan itu telah melindungi anak mereka
dari ancaman si ular.
Ingatlah janganlah ceroboh dalam bertindak
karena penyesalan salalu datang terakhir
dan semua sudah berakhir...
Ermm... Ga selamanya yg terlihat buruk itu buruk, dan baik itu baik.
So.. Keep learning, because life is totally about learning ;
seorang anak berumur 1 thn hidup dengan bahagia.
Mereka memelihara seekor anjing yg begitu setia.
Sejak dari pacaran sampai sdh dikaruniai anak,
anjing ini telah menjadi bagian dalam hidup mereka.
Peliharaan, teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga.
Mereka pun sangat menyayangi dan
mempercayai anjing ini.
Suatu saat kedua suami istri ini keluar rumah
dan maninggalkan anak mereka bersama anjing peliharaannya.
Namun mereka lupa memberi makan anjing tersebut.
Saat mereka pulang, mereka dikejutkan
dengan tetesan-tetesan darah yg berserahkan dilantai.
Kaget, takut dan khawatir bercampur aduk dalam benak mereka.
Merekapun langsung berlari menuju kamar.
Didepan pintu kamar, duduk anjing peliharaan itu
dengan mulut yng masih meneteskan darah segar.
Histeris, kedua suami-istri berteriak.
Si istri terduduk lemas dengan isak tangis,
sedangkan sang suami langsung mengambil kursi yg ada diruangan,
danmenghantamkanya bertubi-tubi kekepala anjing tersebut.
Si anjing seolah pasrah menerima nasibnya
tanpa berusaha menghindar sampai akhirnya mati.
Dengan perasaan hancur dan tangis yg semakin menjadi,
kedua suami istri itu pun berpelukan.
Dalam hati mereka tidak menyangka telah kehilangan sang buah hati
dan anjing peliharaan bersamaan.
Dengan langkah lunglai, keduanya memasuki kamar.
Dan betapa kagetnya mereka saat
melihat anak mereka tertidur pulas diatas ranjang,
sedangkan disamping ranjang tergeletak
seekor ular yg sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar ternyata...
anjing peliharaan itu telah melindungi anak mereka
dari ancaman si ular.
Ingatlah janganlah ceroboh dalam bertindak
karena penyesalan salalu datang terakhir
dan semua sudah berakhir...
Ermm... Ga selamanya yg terlihat buruk itu buruk, dan baik itu baik.
So.. Keep learning, because life is totally about learning ;
Thursday, July 12, 2012
Jendela
Sepasang orang muda yg baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan. Suatu pagi, sewaktu sarapan si istri melalui jendela kaca, ia melihat tetangganya sedang menjemur pakaian, "cuciannya kliatan gak bersih ya", kata sang istri. "Sepertinya dia tidak tau cara mencuci yg benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yg lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang
istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yg dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, diapun berseru kepada suaminya: "Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dgn benar. Siapa ya kira2 yg sdh mengajarinya? "
Sang suami lalu berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Ya..begitulah kehidupan. Apa yg kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran lewat mana kita memandangnya..
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang
istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yg dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, diapun berseru kepada suaminya: "Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dgn benar. Siapa ya kira2 yg sdh mengajarinya? "
Sang suami lalu berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Ya..begitulah kehidupan. Apa yg kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran lewat mana kita memandangnya..
Thursday, June 21, 2012
Saturday, June 9, 2012
Kejujuran, Ketekunan, Kerja Keras merupakan awal Kesuksesan
Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kpd karyawan terbaiknya.
Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya,
memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya & berkata,
"Sirami dgn teratur, Rawat & kembalilah setahun dari sekarang dgn membawa tanaman yg tumbuh dari benih ini.
Yg TERBAIK pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini !!"
Seorang karyawan namanya Joko,
pulang ke rumah,
tiap hari disiraminya BENIH itu dgn air & pupuk.
Setelah 6 bln, di kantor eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka,
sedang Joko melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yg terjadi pd benih miliknya,
Joko MERASA GAGAL.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO untuk memperlihatkan hasil benih tsb.
Joko berkata pd istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yg kosong,
namun istrinya mendorong Joko untuk menyatakan yg sebenarnya.
Joko menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL YANG BENAR.
Memasuki ruangan meeting,
Joko membawa sebuah pot kosong.
Seluruh mata memandangnya kasihan.
Ketika sang CEO memasuki ruangan,
ia memandang keindahan seluruh tanaman itu hingga akhirnya berhenti di depan Joko yg tertunduk malu.
Sang CEO memintanya ke depan & menceritakan TRAGEDI yg menimpanya.
Ketika ia selesai bercerita, sang CEO berkata, "Berikan tepuk tangan yg meriah untuk Joko, CEO yg baru".
Ia berkata,
“Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yg sebelumnya TELAH KUREBUS DI AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin untuk tumbuh".
Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh,
Kalian menukarnya & berbohong kepadaku.
Lain halnya dgn Joko, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.
Pesan Moral,Tabur KEJUJURAN,
menuai KEPERCAYAAN !!
Tabur KETEKUNAN,
menuai KEMENANGAN !!
Tabur KERJA KERAS,
menuai KESUKSESAN !!
Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya,
memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya & berkata,
"Sirami dgn teratur, Rawat & kembalilah setahun dari sekarang dgn membawa tanaman yg tumbuh dari benih ini.
Yg TERBAIK pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini !!"
Seorang karyawan namanya Joko,
pulang ke rumah,
tiap hari disiraminya BENIH itu dgn air & pupuk.
Setelah 6 bln, di kantor eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka,
sedang Joko melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yg terjadi pd benih miliknya,
Joko MERASA GAGAL.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO untuk memperlihatkan hasil benih tsb.
Joko berkata pd istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yg kosong,
namun istrinya mendorong Joko untuk menyatakan yg sebenarnya.
Joko menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL YANG BENAR.
Memasuki ruangan meeting,
Joko membawa sebuah pot kosong.
Seluruh mata memandangnya kasihan.
Ketika sang CEO memasuki ruangan,
ia memandang keindahan seluruh tanaman itu hingga akhirnya berhenti di depan Joko yg tertunduk malu.
Sang CEO memintanya ke depan & menceritakan TRAGEDI yg menimpanya.
Ketika ia selesai bercerita, sang CEO berkata, "Berikan tepuk tangan yg meriah untuk Joko, CEO yg baru".
Ia berkata,
“Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yg sebelumnya TELAH KUREBUS DI AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin untuk tumbuh".
Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh,
Kalian menukarnya & berbohong kepadaku.
Lain halnya dgn Joko, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.
Pesan Moral,Tabur KEJUJURAN,
menuai KEPERCAYAAN !!
Tabur KETEKUNAN,
menuai KEMENANGAN !!
Tabur KERJA KERAS,
menuai KESUKSESAN !!
Saturday, June 2, 2012
Pompa Air
Seorang pria t'sesat di gurun pasir.
Ia hampir mati kehausan.
Akhirnya ia tiba di sbuah rmah kosong.
Di depan rumah tua tanpa jendela & hampir roboh, t'dapat sbuah pompa.
Sgera ia menuju pompa itu & mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.
Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dgn mulutnya t'tutup gabus & t'tempel kertas dengan tulisan,
"Sahabat, pompa ini harus dipancing dgn air dulu. Stelah Anda mendapatkan airnya, mohon jgn lupa mengisi kendi ini lagi sbelum Anda pergi."
Ia mencabut gabusnya & t'nyata kendi itu berisi penuh air.
"Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa?
Bagaimana kalo tidak berhasil?
Tidak ada air lagi.
Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalo t'nyata pompanya gak berfungsi?
Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya krn instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?" pikirnya...
Untung suara hatinya mengatakan
Ia hampir mati kehausan.
Akhirnya ia tiba di sbuah rmah kosong.
Di depan rumah tua tanpa jendela & hampir roboh, t'dapat sbuah pompa.
Sgera ia menuju pompa itu & mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.
Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dgn mulutnya t'tutup gabus & t'tempel kertas dengan tulisan,
"Sahabat, pompa ini harus dipancing dgn air dulu. Stelah Anda mendapatkan airnya, mohon jgn lupa mengisi kendi ini lagi sbelum Anda pergi."
Ia mencabut gabusnya & t'nyata kendi itu berisi penuh air.
"Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa?
Bagaimana kalo tidak berhasil?
Tidak ada air lagi.
Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalo t'nyata pompanya gak berfungsi?
Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya krn instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?" pikirnya...
Untung suara hatinya mengatakan
bahwa ia harus mengikuti nasihat yg t'tera di kertas itu sekali pun beresiko.
Ia menuangkan sluruh isi kendi itu ke dlm pompa yang karatan itu & dgn sekuat tenaga memompanya.
Benar!!
Air keluar dgn limpahnya.
Ia minum sepuasnya.
Stlh istirahat memulihkan tenaga, & sebelum meninggalkan tempat itu,
ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya & menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu,
"Saya tlh melakukannya & b'hasil.
Ia menuangkan sluruh isi kendi itu ke dlm pompa yang karatan itu & dgn sekuat tenaga memompanya.
Benar!!
Air keluar dgn limpahnya.
Ia minum sepuasnya.
Stlh istirahat memulihkan tenaga, & sebelum meninggalkan tempat itu,
ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya & menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu,
"Saya tlh melakukannya & b'hasil.
Engkau hrs mengorbankan smuanya terlebih dahulu, sbelum bisa menerima kembali.
PERCAYALAH !!! "
Mengasah Kapak
Alkisah ada seorang penebang pohon yg sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu & mendapatkan upah & kondisi kerja yg sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan utk bekerja sebaik mungkin.
Sang majikan memberikan sebuah kapak & menunjukkan area kerjanya.
Hari pertama dia berhasil merobohkan 18 batang pohon.
Sang majikan sangat terkesan & berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.
Hari ke3 dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari2 berikutnya pohon yg berhasil dirobohkannya makin sedikit.
"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikirnya.
Dia menemui majikannya & meminta maaf, sambil mengatakan tdk mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?"tanya majikan.
"Mengasah? Saya tdk punya waktu utk mengasah kapak, saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.
Demikian juga dlm kehidupan kita, seringkali kita sangat sibuk sehingga tdk lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak.
"Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dr seblmnya; namun tdk lebih bahagia. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap 'tajam'?
Tdklah salah dgn aktivitas & kerja keras, tetapi tdk seharusnya kita mengabaikan hal-hal yg sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti menyediakan waktu untuk dekat kepada Tuhan, kehidupan pribadi & keluarga, membaca, dsb.
Kita membutuhkan waktu untuk tenang, berpikir & merenung, belajar & bertumbuh-kembang.
Bila kita tdk mempunyai waktu untuk 'mengasah kapak', kita juga akan tumpul, kehilangan efektifitas, & 'jauh dari Tuhan'.
Monday, May 28, 2012
Hatimu adalah Wadah
Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yg sdg dirundung masalah...
Tanpa membuang wkt pemuda itu langsung menceritakan smua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama,
lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit
& meminta anak muda itu utk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan,
"Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?" ujar pak tua
"Pahit sekali" jawab pemuda
Pak tua itu tersenyum,
mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu.
Sesampai disana,
Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu
& dgn sepotong kayu ia mengaduknya,
"Coba ambil air dr telaga ini & minumlah"
Saat si pemuda mereguk air itu,
Pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut si Pemuda
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya pak tua
"Tidak" sahut Pemuda
Pak tua tertawa terbahak² sambil berkata
"Anak muda...Dengarkan baik²,
Pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang.
Jumlah & rasa pahitnyapun sama & memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.
Jadi saat Anda merasakan kepahitan & kegagalan dalam hidup,
Hanya ada satu yg Anda dapat lakukan:
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu,
Luaskanlah hatimu u/ menampung setiap kepahitan itu"
Pesan Moral,
Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
"Jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu,
& merubahnya menjadi kesegaran & kedamaian...."
Tanpa membuang wkt pemuda itu langsung menceritakan smua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama,
lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit
& meminta anak muda itu utk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan,
"Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?" ujar pak tua
"Pahit sekali" jawab pemuda
Pak tua itu tersenyum,
mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu.
Sesampai disana,
Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu
& dgn sepotong kayu ia mengaduknya,
"Coba ambil air dr telaga ini & minumlah"
Saat si pemuda mereguk air itu,
Pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut si Pemuda
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya pak tua
"Tidak" sahut Pemuda
Pak tua tertawa terbahak² sambil berkata
"Anak muda...Dengarkan baik²,
Pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang.
Jumlah & rasa pahitnyapun sama & memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.
Jadi saat Anda merasakan kepahitan & kegagalan dalam hidup,
Hanya ada satu yg Anda dapat lakukan:
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu,
Luaskanlah hatimu u/ menampung setiap kepahitan itu"
Pesan Moral,
Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
"Jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu,
& merubahnya menjadi kesegaran & kedamaian...."
Saturday, March 31, 2012
Seekor Burung & Mawar Putih
Seekor burung jatuh cinta pada mawar putih.
burung ini pun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata,
''aku tdak akan pernah mencintaimu.''
Namun burung tak pernah menyerah,
setiap hari dia dtg utk bertemu dengan mawar putih..
Akhirnya mawar putih berkata,
''aku akan mencintaimu,
jika kamu dapat merubahku jadi mawar merah!''.
suatu hari burung dtg lg,
dia memotong sayap-sayapnya
dan menebarkan darahnya kepada mawar putih,
hinga mawar putih berubah menjadi merah.
'' Akhirnya mawar putih sadar,
seberapa besar nya si burung mencintai dirinya,
tetapi semuanya sudah terlambat,
karena burung tak akan kembali lagi kedunia.''
Dia pergi untuk selamanya.
mawar putih pun menyesal,
walau penyesalan itu tak berarti lagi.
-------
kadang kita baru mengerti ttg arti cinta sejati
setelah orang yg kita cintai pergi..
Org bijak bilang : Menikahi org yg kita cintai itu hal biasa...
Yg luar biasa adalah țяůś mencintai orang yg kita nikahi..
Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai..
Dan hari ini akan terasa LϱϐiĦ indah
jk Qtα mau mengatakan perasaan cinta kita kepadanya..
Menikah adalah sesuatu yg mudah,
tp menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh,
itulah Perjuangan yg sebenarnya...
burung ini pun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata,
''aku tdak akan pernah mencintaimu.''
Namun burung tak pernah menyerah,
setiap hari dia dtg utk bertemu dengan mawar putih..
Akhirnya mawar putih berkata,
''aku akan mencintaimu,
jika kamu dapat merubahku jadi mawar merah!''.
suatu hari burung dtg lg,
dia memotong sayap-sayapnya
dan menebarkan darahnya kepada mawar putih,
hinga mawar putih berubah menjadi merah.
'' Akhirnya mawar putih sadar,
seberapa besar nya si burung mencintai dirinya,
tetapi semuanya sudah terlambat,
karena burung tak akan kembali lagi kedunia.''
Dia pergi untuk selamanya.
mawar putih pun menyesal,
walau penyesalan itu tak berarti lagi.
-------
kadang kita baru mengerti ttg arti cinta sejati
setelah orang yg kita cintai pergi..
Org bijak bilang : Menikahi org yg kita cintai itu hal biasa...
Yg luar biasa adalah țяůś mencintai orang yg kita nikahi..
Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai..
Dan hari ini akan terasa LϱϐiĦ indah
jk Qtα mau mengatakan perasaan cinta kita kepadanya..
Menikah adalah sesuatu yg mudah,
tp menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh,
itulah Perjuangan yg sebenarnya...
Friday, March 16, 2012
Hasil dari Kerja Keras
Seorang pemuda terpelajar dari Semarang
sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu yg sudah berumur.
Si Pemuda menyapa & tak lama
mereka terlarut dalam obrolan ringan.
"Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?"
"Oh... Saya mau ke Jakarta
terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yg kedua" jawab ibu itu.
"Wouw..... hebat sekali putra ibu,
pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung.
Dgn keberanian yang didasari rasa ingin tau
pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
"Kalau saya tdk salah, anak yg di Singapore tadi,
putra yg kedua ya Bu?
Bagaimana dgn adik-adiknya?"
"ya tentu...
Anak saya yg ketiga seorang Dokter di Sby,
yg keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,
yg kelima menjadi Arsitek di Jakarta,
yg keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Bandung,
yg ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini,
bisa mendidik anak anaknya dgn sangat baik,
dari anak kedua sampai ke tujuh.
"Terus bagaimana dgn anak pertama ibu?"
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
"Anak saya yg pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak.
Dia menggarap sawahnya sendiri yg tidak terlalu lebar."
"Maaf ya bu,
Kalo ibu agak kecewa ya dgn anak pertama ibu,
adik-adiknya berpendidikan tinggi & sukses di pekerjaannya,
sdg dia menjadi petani?"
Dgn t'senyum ibu itu menjawab,
"Ooo, Tidak tidak bgtu nak,
Justru saya sangat bangga dgn anak pertama saya,
karena dialah yg membiayai sekolah
semua adik-adiknya dari hasil dia bertani."
Pesan Moral,
Everybody in the world is a important person!!!
sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu yg sudah berumur.
Si Pemuda menyapa & tak lama
mereka terlarut dalam obrolan ringan.
"Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?"
"Oh... Saya mau ke Jakarta
terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yg kedua" jawab ibu itu.
"Wouw..... hebat sekali putra ibu,
pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung.
Dgn keberanian yang didasari rasa ingin tau
pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
"Kalau saya tdk salah, anak yg di Singapore tadi,
putra yg kedua ya Bu?
Bagaimana dgn adik-adiknya?"
"ya tentu...
Anak saya yg ketiga seorang Dokter di Sby,
yg keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,
yg kelima menjadi Arsitek di Jakarta,
yg keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Bandung,
yg ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini,
bisa mendidik anak anaknya dgn sangat baik,
dari anak kedua sampai ke tujuh.
"Terus bagaimana dgn anak pertama ibu?"
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
"Anak saya yg pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak.
Dia menggarap sawahnya sendiri yg tidak terlalu lebar."
"Maaf ya bu,
Kalo ibu agak kecewa ya dgn anak pertama ibu,
adik-adiknya berpendidikan tinggi & sukses di pekerjaannya,
sdg dia menjadi petani?"
Dgn t'senyum ibu itu menjawab,
"Ooo, Tidak tidak bgtu nak,
Justru saya sangat bangga dgn anak pertama saya,
karena dialah yg membiayai sekolah
semua adik-adiknya dari hasil dia bertani."
Pesan Moral,
Everybody in the world is a important person!!!
Monday, February 27, 2012
Wednesday, February 8, 2012
Kalung Pemberian
Disuatu malam seorang ayah
membacakan cerita untuk anak perempuannya.
Setelah membacakan cerita,
si ayah bertanya kepada anaknya,"Nak, apa kamu sayang Papa?"
Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".
Ayahnya tersenyum lalu bertanya,
"Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab,
"Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."
Lalu ayahnya berkata,
"Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja."
Si ayah lalu pergi.
Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut
ayahnya menanyakan hal yang sama
dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.
Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu,
"Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini?
Ini kalung yang paling aku sayangi,
kalung ini pun pemberian Papa juga."
Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama,
lalu si anak berkata,
"Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini.
Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa".
Si anak memberikan kalungnya
dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri.
Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanan
dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.
Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.
"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa
sejak pertama kali Papa meminta kalungmu.
Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu
dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah."
Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil.
Dia yang memberikan tapi
kenapa Dia juga yang memintanya kembali.
Kita selalu sakit dan kecewa
bahkan sampai berlarut-larut lamanya.
Tidakkah kita tahu,
disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu
karena Tuhan ingin menggantikannya
dengan yg "Lebih Baik" lagi dari yg kita miliki sekarang
dan bahkan dari sebelumnya?
Jd terimalah apapun yang kita terima,
berilah apa yg harus kita berikan,
kembalikanlah apa yg diminta oleh Tuhan,
dan tetaplah bersyukur
maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.
membacakan cerita untuk anak perempuannya.
Setelah membacakan cerita,
si ayah bertanya kepada anaknya,"Nak, apa kamu sayang Papa?"
Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".
Ayahnya tersenyum lalu bertanya,
"Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab,
"Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."
Lalu ayahnya berkata,
"Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja."
Si ayah lalu pergi.
Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut
ayahnya menanyakan hal yang sama
dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.
Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu,
"Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini?
Ini kalung yang paling aku sayangi,
kalung ini pun pemberian Papa juga."
Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama,
lalu si anak berkata,
"Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini.
Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa".
Si anak memberikan kalungnya
dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri.
Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanan
dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.
Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.
"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa
sejak pertama kali Papa meminta kalungmu.
Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu
dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah."
Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil.
Dia yang memberikan tapi
kenapa Dia juga yang memintanya kembali.
Kita selalu sakit dan kecewa
bahkan sampai berlarut-larut lamanya.
Tidakkah kita tahu,
disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu
karena Tuhan ingin menggantikannya
dengan yg "Lebih Baik" lagi dari yg kita miliki sekarang
dan bahkan dari sebelumnya?
Jd terimalah apapun yang kita terima,
berilah apa yg harus kita berikan,
kembalikanlah apa yg diminta oleh Tuhan,
dan tetaplah bersyukur
maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.
Tuesday, January 24, 2012
Kepiting Dengki
Mungkin banyak yg tau wujud kepiting,
tapi tidak banyak yg tau sifat kepiting.
Di Filipina,
masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap
& memakan kepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat.
Kepiting itu dgn mudah ditangkap di malam hari
lalu dimasukkan ke dalam baskom ato wadah tanpa diikat.
Keesokan harinya, kepiting akan direbus & lalu disantap.
Yg paling menarik dari kebiasaan ini,
kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom
sekuat tenaga dgn menggunakan capit-capitnya yg kuat.
Bila ada seekor kepiting
yg hampir meloloskan diri keluar dari baskom,
teman-temannya pasti akan menariknya lagi ke dasar.
Jika ada lagi yg naik dgn cepat ke mulut baskom,
lagi-lagi temannya akan menariknya turun,
& begitu seterusnya
sampai akhirnya tidak ada yg berhasil keluar.
Keesokan harinya sang pemburu
tinggal merebus mereka semua
& matilah sekawanan kepiting yg dengki itu.
Pesan Moral,
Begitu pula dlm kehidupan ini,
Tanpa sadar anda juga terkadang
menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yg seharusnya bergembira
jika teman atau saudara anda mengalami kesuksesaan,
namun anda malah mencurigainya,
jangan-jangan kesuksesan itu diraih dgn jalan yg tidak benar.
Apalagi di dalam bisnis atau hal lain
yg mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki atau munafik
akan semakin nyata & kalo tidak segera anda sadari,
tanpa sadar anda sudah membunuh diri anda sendiri.
Kesuksesan akan datang kalo anda bisa menyadari
bahwa di dlm bisnis ato persaingan
yg penting bukan siapa yg menang,
namun terlebih penting dari itu
seberapa jauh anda bisa mengembangkan diri anda seutuhnya.
Jika anda berkembang,
anda mungkin bisa menang ato bisa juga kalah dlm suatu persaingan,
namun yg pasti anda menang dlm kehidupan ini.
tapi tidak banyak yg tau sifat kepiting.
Di Filipina,
masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap
& memakan kepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat.
Kepiting itu dgn mudah ditangkap di malam hari
lalu dimasukkan ke dalam baskom ato wadah tanpa diikat.
Keesokan harinya, kepiting akan direbus & lalu disantap.
Yg paling menarik dari kebiasaan ini,
kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom
sekuat tenaga dgn menggunakan capit-capitnya yg kuat.
Bila ada seekor kepiting
yg hampir meloloskan diri keluar dari baskom,
teman-temannya pasti akan menariknya lagi ke dasar.
Jika ada lagi yg naik dgn cepat ke mulut baskom,
lagi-lagi temannya akan menariknya turun,
& begitu seterusnya
sampai akhirnya tidak ada yg berhasil keluar.
Keesokan harinya sang pemburu
tinggal merebus mereka semua
& matilah sekawanan kepiting yg dengki itu.
Pesan Moral,
Begitu pula dlm kehidupan ini,
Tanpa sadar anda juga terkadang
menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yg seharusnya bergembira
jika teman atau saudara anda mengalami kesuksesaan,
namun anda malah mencurigainya,
jangan-jangan kesuksesan itu diraih dgn jalan yg tidak benar.
Apalagi di dalam bisnis atau hal lain
yg mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki atau munafik
akan semakin nyata & kalo tidak segera anda sadari,
tanpa sadar anda sudah membunuh diri anda sendiri.
Kesuksesan akan datang kalo anda bisa menyadari
bahwa di dlm bisnis ato persaingan
yg penting bukan siapa yg menang,
namun terlebih penting dari itu
seberapa jauh anda bisa mengembangkan diri anda seutuhnya.
Jika anda berkembang,
anda mungkin bisa menang ato bisa juga kalah dlm suatu persaingan,
namun yg pasti anda menang dlm kehidupan ini.
Monday, January 16, 2012
Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt,
mantan Presiden USA yg mengatakan :
"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas".
“Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya...
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yg lebih mendominasi kita,
begitulah apa yg dihasilkannya.
Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil,
maka kita akan selalu asyik dgn urusan orang lain,
namun tdk mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.
Tetapi bila Pikiran Besar yg mendominasi,
maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL
senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG
senang mnggunakan kata:“ADA APA”,
sedangkan
PIKIRAN BESAR
selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yg sama,
misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya,
akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dgn pertanyaan:
“SIAPA SIH YG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya:
“APAKAH SEKARANG BERARTI
SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR :
“MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH,
BUKANNYA KE ATAS?”
Tdk ada satupun prestasi atau karya di dunia ini
yg dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu,
ketiga jenis pikiran ini juga mmpunyai
‘MAKANAN’ FAVORIT yg berbeda.
Si PIKIRAN KECIL
biasanya senang "melahap"
TABLOID, INFOTAINMENT,KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG
amat berselera dgn KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR
memilih BUKU/ARTI yg membangkitkan INSPIRASI.
mantan Presiden USA yg mengatakan :
"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas".
“Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya...
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yg lebih mendominasi kita,
begitulah apa yg dihasilkannya.
Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil,
maka kita akan selalu asyik dgn urusan orang lain,
namun tdk mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.
Tetapi bila Pikiran Besar yg mendominasi,
maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL
senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG
senang mnggunakan kata:“ADA APA”,
sedangkan
PIKIRAN BESAR
selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yg sama,
misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya,
akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dgn pertanyaan:
“SIAPA SIH YG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya:
“APAKAH SEKARANG BERARTI
SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR :
“MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH,
BUKANNYA KE ATAS?”
Tdk ada satupun prestasi atau karya di dunia ini
yg dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu,
ketiga jenis pikiran ini juga mmpunyai
‘MAKANAN’ FAVORIT yg berbeda.
Si PIKIRAN KECIL
biasanya senang "melahap"
TABLOID, INFOTAINMENT,KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG
amat berselera dgn KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR
memilih BUKU/ARTI yg membangkitkan INSPIRASI.
Thursday, November 10, 2011
3 Kata Terlarang
3 Kata Terlarang
1. Saya Tidak Bisa (I Can't)
2. Tidak Mungkin (Impossible)
3. Saya Sudah Tahu (I Know)
1. Saya Tidak Bisa (I Can't)
Ketika Anda berkata "saya tidak bisa", maka pintu pikiran Anda tertutup untuk mencari jalan dan mencoba. Sebaliknya jika Anda berkata saya bisa ini masih membuat otak kita bekerja mencari jalan.
2. Tidak Mungkin (Impossible)
Orang-orang yang sering berkata "tidak mungkin" akan menutup berbagai pintu keajaiban. Dengan sikap seperti ini mereka akan sulit meraih sesuatu yang hebat. Karena hampir segala sesuatu yang kita nikmati hari ini adalah sesuatu yang mustahil di hari kemarin. Selalu ada mujizat Tuhan setiap hari, bagi org yg percaya.
3. Saya Sudah Tahu (I Know)
Setiap kali Anda mengucapkan bahwa "saya sudah tahu", sebenarnya Anda sedang menutup pintu pembelajaran. Sehingga kita tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal-hal baru. Padahal dalam kehidupan selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari
Thursday, September 29, 2011
Datang atau Tidak
Seorang hartawan akan melangsungkan
pesta pernikahan bagi anaknya.
Ia mempunyai seorang famili miskin yg tidak ingin diundangnya,
karena ia tau famili itu tidak mungkin mampu memberi sumbangan.
Namun demi menghargai adat istiadat,
ia tetap harus mengundangfamili miskin itu.
Hartawan itu mengirimkan kartu undangan
dengan menambahkan dua kalimat di atasnya:
"Jika kamu datang, berarti kamu rakus.
Jika kamu tidak datang, berarti kamu pelit."
Hartawan itu tertawa dalam hati,
"coba lihat kamu datang tidak?!"demikian ia membatin.
Pada hari H-nya,
sang hartawan melihat familinya itu datang
menghadiri pesta pernikahan anaknya.
Setelah mengucapkan selamat
& menyodorkan sebuah amplop merah (angpao/hongbao)
pada sang hartawan empunya hajad,
famili miskin itu berlenggang kangkung duduk
& menyantap makanan lezat yg tersaji.
Sang hartawan membuka angpao yg diterimanya,
di dalamnya hanya terlihat
satu lembar uang RMB 1 dolar (sekitar Rp 1.350)
dengan selembar kertas bertuliskan,
"Jika kamu terima, berarti kamu tamak.
Jika kamu tolak, berarti kamu menghina."
Pesan Moral:
Kita harus belajar banyak dari famili miskin itu.
Jangan cepat mengumbar amarah
menghadapi setiap perlakuan tidak menyenangkan yg kita hadapi.
"Terima dgn Sabar & Bereaksi dgn bijaksana !! "
Subscribe to:
Posts (Atom)


